Hideyoshi “Samurai tanpa Pedang”


Pada abad ke 16, Jepang berada pada puncak kekacauan. Keadaan negeri diwarnai pertempuran antar klan. Para bangsawan saling berebut pengaruh demi memperoleh  kedudukan. Lemahnya pemerintah pusat menyebabkan provinsi-provinsi melepaskan diri menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang independen.

Pada saat inilah muncul seorang samurai “istimewa” yang berniat menyatukan seluruh wilayah Jepang. Kelahirannya menjadi babak baru dalam sejarah peradaban Jepang.

Namun siapa sangka Hideoyoshi, pemimpin besar ini, ternyata dilahirkan dari keluarga petani miskin pada tahun 1536. Dalam keluarganya tidak setitikpun darah bangsawan mengalir dalam darahnya. Suatu hal yang krusial untuk menentukan masa depan pada waktu itu. Belum lagi dengan perawakannya yang jauh dari gagah. Dia memiliki tubuh kecil dan pendek, tingginya tak lebih dari 1,5 meter. Dengan hidung pesek, telinga lebar, matanya dalam serta wajah merah dan berkeriput membuatnya lebih mirip seekor monyet. Sebuah gelar yang kemudian terus disandangnya seumur hidup, “monyet”.

Sebelum menjadi seorang pemimpin besar, Hideyoshi memiliki perjalanan hidup yang beraneka ragam. Dia pernah menjadi pedagang keliling sebelum akhirnya menjadi gelandangan karena bangkrut. Namun pengalamannya sebagai anggota masyarakat kelas bawah membuatnya mengerti penderitaan masyarakat.

Karir politiknya dimulai ketika mengabdi kepada keluarga Matshushita sebagai seorang “pembawa sandal”. Tugasnya adalah membawa sandal tuannya dan mengikuti kemana tuannya pergi. Sebuah tugas yang dijalani dengan sepenuh hati walau kemudian harus kehilangan dengan cara yang menyakitkan.

Setelah dipecat dari keluarga Matshushita, dia kemudian mengabdi kepada keluarga Oda. Pekerjaannya masih tidak jauh berbeda dengan tempat bekerja sebelumnya. Namun betapapun remeh tugas yang diberikan kepadanya, tidak meredupkan integritas dan loyalitasnya terhadap tugas yang diembankan kepadanya. Ketika kastil keluarga Oda terbakar, dia yang pertama bangun mempersiapkan kuda dan pakaian untuk tuannya sehingga memudahkan tuannya untuk mengantisipasi musibah tersebut. Dia pula yang terus berjaga semalaman ketika perkemahan dikepung musuh dan kabut, meskipun itu bukan tugasnya.

Kegigihan Hideyoshi membuat Nobunaga, pemimpin klan Oda, tertarik dan menaikkan kedudukannya sebagai kepala “pengurus kayu bakar”. Meskipun naik pangkat tidak serta merta martabatnya ikut naik. Besarnya perhatian terhadap prajurit membuat posisi tersebut tidak dihargai sama sekali bahkan tidak lebih bergengsi disbanding dengan prajurit infranti terendah. Hideyoshi sadar bahwa panglima perang seperti Nobunaga kurang memberi perhatian terhadap hal-hal non militer seperti itu. Hideyoshi membuat gebrakan dengan menghemat pengeluaran untuk kayu bakar. Dia berhasil memperoleh kayu bakar dalam jumlah yang sama namun tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun kecuali hanya bibit pohon. Kecerdikan yang berbuah kenaikan pangkat menjadi seorang prajurit.

Sebagai prajurit dia tidak memiliki kemampuan beladiri yang memadai. Bahkan ronin, samurai tanpa tuan, jalanan sekalipun dapat mengalahkannya dengan mudah. Meskipun begitu dia berhasil menguasai seluruh Jepang dan diangkat sebagai “wakil kaisar”, sebuah jabatan yang tidak ada lagi yang lebih tinggi dari itu kecuali kaisar Jepang.

Keunggulannya terletak pada kemampuan diplomasi yang dimilikinya. Dia lebih mengutamakan otak dari pada penggunaan pedang. Dia sangat menghormati musuhnya. Ketika musuhnya kalah dalam pertempuran, diperlakukannya dengan baik. Bahkan mereka dikembalikan ke kedudukannya yang semula. Hal ini yang membuat para daimyo, penguasa local, lebih memilih untuk menyerahkan diri dengan sukarela. Karena mereka yakin akan diperlakukan dengan baik oleh Hideyoshi.

Dia pun terkenal dengan keteguhannya menepati janji. Ketika menaklukkan satu daerah, Hideyoshi berhasil meyakinkan panglima perang setempat untuk menyerah secara damai. Bahkan menjanjikan kedudukan mereka tidak diusik. Ketika panglima tersebut dibawa ke kastil Oda, Nobunaga malah memerintahkan Hideyoshi untuk membunuhnya. Tapi yang terjadi, secara diam-diam Hideyoshi menyelematkan panglima tersebut. Meskipun mendapat hukuman dari tuannya, nama Hideyoshi menjadi terkenal karena kejujurannya.

Keberhasilannya menyatukan Jepang dikarenakan kepribadian yang dimilikinya. Pada usai 54 tahun dia diangkat sebagai wakil Kaisar, sebuah jabatan dengan wewenang mutlak terhadap seluruh wilayah Jepang. Dia merupakan pemimpin Jepang pertama yang memperoleh jabatan setinggi itu tanpa memiliki pertalian darah dengan bangsawan. Bahkan mungkin satu-satunya pemimpin Jepang yang memiliki wajah seperti “monyet”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s