Tukang Reparasi Jam dan Pelanggan


Seorang pelanggan kaya raya datang ke tukang reparasi jam membawa jam tangannya yang rusak.
“Pak, tolong perbaiki jam saya ini. Ini jam mahal asli buatan Swiss, semuanya mekanik.
Bisakah Anda membuat jarum detik ini bergerak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”, tanyanya.
“Wah banyak sekali, Pak, saya tidak sanggup membuat jarum ini bergerak sampai sebanyak itu!” jawab si tukang reparasi
“Kalau begitu, saya minta agar jarum detik ini bisa berputar 525.000 dalam 1 tahun”
pinta sang pelanggan, menurunkan standar.
“Tetap saja, Pak. Masih ratusan ribu, saya tidak sanggup”
“Bagaimana kalau 86.400 (delapan puluh enam ribu empat ratus) kali dalam sehari?” tawar pelanggan lagi.
“Rasanya saya masih belum bisa, maaf,” jawab sang ahli jam merendah.
“Kalau begitu cukup berdetak 3.600 (tiga ribu enam ratus) kali dalam satu jam, bisa kan?” kata si pelanggan tadi.
“Sepertinya masih agak susah ya, Pak. Kalau masih ribu-ribuan susah, saya cuma tukang jam biasa.” Jawab tukang jam mulai hilang percaya diri.
Akhirnya si pelanggan menyerah pada si pembuat jam berkata,
“Baiklah, sanggupkah kamu buat jarum detik jam ini berdetak satu kali saja setiap detik?” pinta sang pelanggan.
Kali ini wajah sang tukang reparasi ceria, ia segera menjawab,
“Nah, kalau cuma sekali setiap detik saya bisa, itu kerjaan saya, Pak!”

Apa hikmahnya?
Pelanggan tersebut mewakili orang-orang yang mengajak Anda untuk sukses dan menjadi orang besar.
Sedangkan sang tukang jam mewakili kebanyakan kita yang sudah jatuh mental ketika diajak menjadi orang sukses atau menjadi orang besar.
Misalnya ketika Anda (anggap kita misalnya penggemar tennis) ditanya:
Maukah kamu menjadi pemain tenis terbesar di dunia?
Kita langsung mundur. Wah mana mungkin.
Bagaimana kalau ditawarkan:
Maukah kamu pekerjaan yang berpotensi berpenghasilan 10 juta dollar per tahun (Rp 100 miliar/pertahun) dengan bekerja 4 jam sehari?
Apa 4 jam sehari potensinya sebesar itu?
Tentu saja kita mau, karena banyak di antara kita bekerja 8 jam sehari tidak menghasilkan uang sebanyak itu.
Itulah yang terjadi pada Roger Federer.
Sejak kecil ia bermimpi menjadi pemain terbesar, dan ia menyisakan 4 jam sehari untuk tenis.
Ia mempunyai mimpi besar untuk menjadi petenis dunia tetapi berhasil menjabarkannya sebagai tugas kecil yaitu berlatih 4 jam sehari.
Segala hal besar di dunia ini sebenarnya hanya akumulasi dari kerja kecil.
Tukang jam tadi jatuh mental ketika mendengar angka 31.536.000 detak juta per tahun, tapi merasa sanggup 1 kali per detik padahal keduanya adalah angka yang sama. Ia mengira mungkin orang Swiss bisa tapi saya cuma tukang biasa.
Sang tukang jam tidak sadar kalau ia berhasil membuat jarum bergerak 1 kali setiap detik maka ia menghasilkan 31 juta detak setiap tahun.
Karena itu jangan takut berpikir besar, karena semuanya bisa dicapai dengan langkah-langkah kecil kita.
Permasalahannya hanyalah, apakah Anda mau memulai langkah itu?

dikutip dari Isa Alamsyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s