Hideyoshi dan Benteng Kiyoshu


masih ingat dengan Hideyoshi, samurai tanpa pedang yang berhasil menguasai seluruh Jepang. Mengawali karirinya sebagai seorang pembawa sandal hingga kemudian diangkat sebagai wakil kaisar Jepang

kali ini kita akan bercerita tentang Hideyoshi waktu mengabdi kepada Lord Nobunaga, seorang samurai yang berhasrat menyatukan Jepang yang tercerai berai.

Pada suatu waktu kastili Nobunaga dihantam badai sehingga mengakibatkan tembok pertahanan runtuh. Hal ini tentu berbahaya karena suasu saat musi bisa saja masuk dan menyerang.

Obunaga mengumpulkan pengikutnya dan memerintahkan perbaikan tembok tersebut. Namun setelah beberapa perbaikan tembok itu tidak menunjukkan perkembangan yang berarti. Nobunaga kemudian memanggil mandor yang memimpin perbaikan tersebut. Dia menanyakan kenapa perbaikan tersebut berjalan sangat lambat. Mandor menjawab para pekerja pemalas dan mereka telah disusupi oleh mata-mata. Nobunaga memerintahkan mandor untuk mempercepat perbaikan tembok tersebut bagaimana pun caranya.

Sang mandor kembali ke pekerjaannya. Dengan pecut di tangan dia mencambuk setiap pekerja yang ada didekatnya agar lebih giat bekerja. Hideyoshi yang menyaksikan hal tersebut berguam bahwa dengan cara tersebut mustahil temok bisa diperbaiki secepatnya.

Lord Nobunaga mendengar perkataan Hideyoshi dan tersinggung karenanya. Dia menantang Hideyoshi untuk menyelesaikan pekerjaan itu dalam tiga hari. Jika tidak pecut mandor adalah hal sepele yang harus dia khawatirkan. Hideyoshi tertegun, menyesal atas kelancangannya. Malamnya dia berpikir keras bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan itu.

Besok pagi, Hideyoshi mengumpulkan seluruh pekerja. Melihat Hideyoshi berdiri menggantikan mandor yang lama semangat pekerja semakin turun. Mereka menyangsikan kemampuan orang pendek berperawakan seperti monyet akan memimpin perbaikan ini.

Hideyoshi berdiri diatas bangunan yang sedang diperbaiki. Kemudian dia mulai memberi pengarahan “Klalian semua tahu bagaimana berbahayanya hidup di zaman sekarang. Runtuhnya tembok pertahanan kita pasti sudah sampai ke musuh. Ini berarti nyawa setiap orang di dalam benteng Kiyoshu ini berada dalam bahaya termasuk nyawa kalian dan keluarga kalian. Oleh sebab itu kita harus memperbaiki tembok itu secepatnya”

Kemudian dia memasang peta yang dipasang diatas dua kayu yang dipancang. Dia membagi pekerja atas lima kelompok dan ditugaskan memperbaiki bagian tembok yang berbeda.

Hideyoshi memberi aba-aba, tak lama kemudian sekelompok prajurit datang membawa peti penuh berisi uang tembaga.

“Uang ini akan diberikan sebagai bonus kepada kelompok yang paling cepat menyelesaikan pekerjaan ini. Kualitas bangunan juga akan dinilai. Pembangunan yang asal-asalan akan dianggap sebagai pengkhianatan dan dihukum mati”

Hideyoshi melanjutkan “Saya tahu kalian capek. Oleh sebab itu Lord Nobunaga telah mempersiapkan makan dan minum untuk kalian. Dan hari ini kita akan bersenang-senang”. Ucapan ini langsung disambut sambutan meriah oleh setiap pekerja.

Dan hari itu dihabiskan dengan makan minum dan berpesta. Hideyoshi tidak sungkan-sungkan menuangkan minuman ke pekerja sambil terus menyemangati para pekerja. Dia juga menyampaikan tentang mata-mata yang mungkin menyusup diantara mereka. Hideyoshi bilang bahwa Lord Nobunaga akan mengampuni mereka jika mereka berhasil menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Cairnya komunikasi yang dibangun Hideyoshi membuat pekerja tidak sungkan terhadapnya.

Besoknya Hideyoshi sudah berdiri disamping kotak berisi uang tembaga “Silahkan bekerja, uang-uang ini sudah siap menjadi bonus kalian”

Tanpa dikomandoi lebih lanjut, para pekerja melanjutkan pekerjaanya dengan seangat luar biasa. Mereka berlomba untuk mendapatkan bonus tersebut.

Dalam dua hari seluruh pekerjaan itu selesai dirampungkan. Dan para pemenang mendapatkan bonus yang telah dijanjikan.

Lord Nobunaga senang dengan prestasi kerja Hideyoshi. Dia berhasil menyelesaikan perbaikan tembok itu dalam waktu tiga hari dengan satu hari di dalamnya digunakan untuk berpesta.

Dari pengalaman Hideyoshi kita dapat memperoleh hikmah menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus bisa memotivasi pengikutnya. Mempunyai visi dan tahu bagaiman mencapai visi tersebut. Dan dia memastikan bahwa pengikutnya mengetahui visinya tersebut. Dan seorang pemimpin harus bisa menjadi sahabat bagi orang yang dipimpinnya.

Inilah yang dilakukan oleh Hideyoshi. Alih-alih menggunakan cambuk dia justru menggunakan waktu sehari hanya untuk menjelaskan alasan, tujuan dan bagaimana perbaikan tembok itu dilaksanakan serta tentunya untuk bersenang-senang dengan para pekerja

Diintisarikan dari: Hideyoshi “Swordless Samurai”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s