Tentara Yahudi NAZI


Judulnya kelihatan terlalu  bombastis bukan? Tentara Yahudi Nazi Jerman! Opo??? Bukankah Hitler kondang karena permusuhannya yang dalam terhadap bangsa Yahudi? Bukankah saat zaman Nazi, semua orang Yahudi atau setengah Yahudi disisihkan dari segala aspek pemerintahan dan ekonomi bahkan sebagiannya dideportasi ke kamp-kamp Penjara?

Salah seorang tentara Yahudi NAZI,Warner Goldberg, yang bahkan menjadi alat propaganda jerman. Mau tau judulnya? "tentara Jerman ideal"

Salah seorang tentara Yahudi NAZI,Warner Goldberg, yang bahkan menjadi alat propaganda jerman. Mau tau judulnya? "tentara Jerman ideal"

Ya, memang benar. Tapi kenyataannya memang ada figure-figur yang masih mempunyai darah Yahudi di tubuhnya yang mengabdi pada Hitler, bahkan beberapa diantaranya memegang posisi kunci kemiliteran dan sebagian lagi mendapat anugrah Ritterkreuz yang sangat didambakan para tentara Jerman yang berjibaku di Pertempuran.

sebelumnya saya Cuma ingin mengingatkan bahwa jangan terkecoh apabila ada kata-kata “setengah Yahudi: dalam artikel di bawah, karena sesungguhnya tidak ada itu yang namanya setengah yahudi. Hanya ada dua pilihan: engkau yahudi atau engkau non Yahudi! Maksud Yahudi disini berarti merupakan ketrunan anak-anak dari Yehuda, nama lain Nabi Ya’qub yang mempunya 12 orang anak dan kesemuanya menurunkan generasi yang kina kenal sekarang sebagai kaum yahudi, bangsa yang terkenal dengan kelicikan dan kisah-kisah terkenal penentangannya terhadap Tuhan  mereka. tapi sudahlah, saya bukan ingin membahas masalah tersebut, bukan tempatnya disini. Seperti yang saya bilang sebelumnya, artikel ini hanya ingin mengungkap fakta mengejutkan bahwa bangsa yang selama ini berusaha dihapus dari muka bumi oleh Hitler, ternyata sebagian diantaranya malah menjadi pendukung berat Hitler dan mengabdi dengan daya juang yang selayaknya prajurit-prajurit Jerman pilihan asli.

Johanes Zukertor, salah seorang keturunan Yahudi yang menjadi Jenderal Nazi Jerman

Kembali ke masalah setengah yahudi. Bila karena mereka-mereka itu dianggap setengah Yahudi dengan alas an masih ada ibu, ayah atau kakek mereka yang berdarah Jerman atau non yahudi, maka sudahlah, beraarti bangsa Yahudi itu tidak ada! Ya iyalah, bukankah ke 12 anak Nabi Yaqub yang menjadi nenek moyang bangsa Yahudi itu pun berasal dari empat ibu  yang berbeda bangsa? Bukankahke 12 orang itu kebanyakan mengawini wanita-wanita Mesir ketika mereka hijrah ke Negara Firaun itu? Lalu kalau begitu, seperti bagaimanakah orang Yahudi asli atau “pure Jew” itu?

Seperti kita tahu, dalam sebagian besar politik pemerintah Nazi Hitler kebanyakan berpusat pada usaha penyingkiran orang-orang Yahudi dari semua aspek kehidupan Jerman. Hitler menganggap bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang hobinya berkhianat, licik, mau menang sendiri, tidak nasionalis dan terutama berada di belakang  kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I yang menyisakan sakit hati yang dalam di sebagian  terbesar bangsa Jerman. Tapi kemudian dia mengetahui, apakah dengan terkejut atau tidak, bahwa adalah suatu kemustahilan menghilangkan bangsa tersebut. Betapa tidak, berates-ratus tahun asimilasi orang-orang Yahudi di tanah Jerman, dengan perniakahan antar-bangsa yang tidak terhitung, membuat usaha penggolongan bangsa dalam sistem rasialis Hiteler yang terkenal menjadi suatu usaha yang sulit bukan main. Dan tak ada institusi lain yang lebih membingungkan, kontradiktif dan controversial selain militer Jerman.

Bertentangan dengan pandangan konvensional yang menganggap bahwa kebanyakan Yahudi Jerman hanya berminat pada dunia bisnis dan perdagangan, ternyata kemudian diketahui bahwa begitu banyak keturunan yahudi atau setengah Yahudi (Mischlinge) yang menjadi anggota militer Jerman, begitu banyaknya sehingga tidak muntgkin untuk menyi9ngkirkan mereka begitu saja. Betapa tidak, dari kurang 150. 000 orang (edan!!) keturunan yahudi yang mengabdi di Wehrmach, sebagian diantaranya adalah para veteran Perang Dunia I pemegang banyak medali yang sudah kadung dianggap pahlawan oleh rakyat Jerman dan sebagian lagi memegang posisi tinggi di hirarki kemiliteran dengan pangkat Jenderal atau Laksamana. Jangan dikata  yang pangkatnya lebih rendah lagi! Pencopotan, atau bahkan pembunuhan, mereka akna menimbulkan gejolak dalam tubuh mliter dan rakyat Jerman, hal terakhir yang diharapkan Hitler di saat ia sedang giat membangun ekonomi dan harkat rakyat Jerman dari Kterpuruikan setelah Perang Dunia Pertama.

keturunan setengah Yahudi dengan wajah Yahudi tulen namun menjadi tentara Nazi Jerman, Anton Meyer

Bagi orang-orang tertuduh ini pun, kebanyakan dari merek tak lagi melihat dirinya sebagai orang  atau keturunan Yahudi dan telah menganggap  ketetntaran sebagai suatu jalan hidup yang mereka pilih dalam usaha pengabdian mereka kepada bangsa dan Negara Jerman. Dilain pihak, mereka pun diterima dengan tangan terbuka oleh Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) yang tidak separanoid Hitler dalam menyikapi masalah ras Yahudi. Masalah ‘ketidaksempurnaan’ ras ini memang menjadi masalah yang cukup enakutkan, karena berhububngan dengan karir dan bahkan hidup. Karenanya, mereka yang ragu-ragu akan keaslian darahnya dengan takut-takut meneliti asal muasal mereka dan berharap agar jangan sampai ada setitik ‘noda’ didalamnya

Tapi bukan Hitler yang namanya kalau ia mundur begitu saja dan menjilat ludahnya sendiri berkenaan dengan janji dan gembar-gembornya sebelum berkuasa bahwa tidak akan ada lagi Yahudi di Jerman. Hitler tetap menjalankan program pembersihan ini, tapi dengan cara yang halus dan penuh intrik. Diam-diam, sedikit demi sedikit para prajurit sial yang terbukti atau tertuduh Yahudi dikeluarkan dari ketentaraan, dengan sebelumnya melalui tahapan-tahapan. Proses investigasi dan penyingkiran ini ternyata kemudian ditandai oleh banyak pengejawantahan yang tidak konsisten dari hokum Jerman. Bingung? Dalam proses ini banyak pengecualian dibuat suapaya si tentara dapat mengabdi di ketentaraan, padahal sudah jelas-jelas ia terbukti merupakan keturunan yahudi! Hal ini berlaku pula untuk keluarga si tertuduh, yang membuat mereka terhindar dari pendeportasian keluar Jerman atau ke kamp-kamp kosentrasi. Edannya lagi, tanda tangan Hitler langsung dapat ditemukan pada beberapa perintah ‘pengecualian’ ini. Hal ini biasanya berlaku pada perwira tinggi atau perwira yang dianggap berjasa bagi Jerman dan tenaganya sangat dibutuhkan

Tapi seiring dengan berjalannya waktu dimana Partai Nazi semakin menancapkan kukunya, hal ini berangsur menghilang. Meskipun menghadapi kekurangan orang untuk dikirm bertempur, Hitler tetap pada politik kakunya untuk menyingkirkan sebanyak mungin orang Yahudi dan akibatnya sebagian besar dari para tertuduh ini tak dapat menghindari takdir hidup mereka yang berakhir di kamp-kamp tawanan atau kosentrasi

dikutip dari: Alif Rafik Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s