Mus’ab Hassan Yussuf, “Prince Green of Israel”


Mus’ab Hassan Yusuf yang merupakan putra seorang pendiri Hamas dan telah menjadi mata-mata untuk Israel, akhirnya akan mendapat suaka untuk tinggal di AS. Pemberian suaka kepada Mus’ab itu atas perintah seorang hakim di San Diego Rabu kemarin (30/6).

Mus’ab Hassan Yusuf (32 tahun) sebelumnya telah diancam untuk di deportasi, karena dianggap terlibat dalam kegiatan teroris, seperti yang termaktub dalam otobiografinya baru-baru ini. Meskipun demikian, semuanya itu bagian dari kegiatan yang ia lakukan untuk kepentingan Israel, dan hal tersebut telah berlangsung selama sembilan tahun. Mus’ab Yusuf telah menjadi seorang agen rahasia intelijen Israel untuk menghancurkan Hamas.

Sidang yang hanya berlansung 15 menit hari rabu kemarin, dengan putusan hakim yang memberikan izin (suaka) bagi Mus’ab Yusuf untuk bisa tinggal di Amerika Serikat. Di mana ia telah tinggal di sana sejak tahun 2007. Keputusan hakim yang begitu cepat itu, memang semuanya berlatar belakang politik, dan adanya campur tangan pihak intelijen Israel dalam proses persidangan, sehingga memungkinkan Mus’ab akhirnya mendapatkan izin tinggal (suaka) di AS.

Mus’ab sudah memata-matai Hamas selama sembilan tahun, dan dirinya sama sekali tidak takut untuk mengkritik Islam. Mus’ab selama ini tinggal di San Diego, dan oleh para pendukungnya dielu-elukan saat ia meninggalkan ruangan sidang. Itulah kemenangan agen rahasia Israel, yang menyebabkan banyaknya tokoh-tokoh Hamas tertangkap dan terbunuh, hasil informasi yang diberikan oleh Mus’ab kepada Israel.

Mus’ab mengaku bahwa dirinya senang tinggal di California, dan ingin menjadi warga negara AS dan berharap dapat mengejar gelar master dalam sejarah dan geografi. “Saya akan terus berjuang menghadapi ideologi yang berada di belakang terorisme, karena saya tahu bagaimana mereka berpikir,” katanya di luar ruang sidang. Mus’ab yang telah murtad dan berkhianat kepada rakyat Palestina dan akhirnya menjadi alat bagi Zionis-Israel. Sekarang sekutu Israel-AS menolongnya dengan memberikan suaka kepada Mus’ab Yusuf.

Mus'ab dalam sebuah wawancara Televisi

Mus’ab mengatakan dia tidak bisa menjelaskan keputusan mendadak pemerintah AS yang akhirnya membolehkan dirinya mendapat suaka, tetapi pemerintah AS mungkin telah berubah pikiran setelah meninjau kasusnya lebih dekat.

“Selama 10 tahun, ia berjuang menghadapi terorisme (Hamas) secara rahasia, bersembunyi dengan apa yang ia lakukan,” kata pengacaranya, Steven Seick, menulis dalam pengajuan banding di pengadilan. “Dia berhak mendapatkan suatu tempat yang aman, dan jauh dari kekerasan dan ketakutan.”

Mus’ab menegaskan bahwa ia akan dibunuh kalau ia dideportasi, karena ia memata-matai Hamas untuk Shin Bet (Israel Security Agency) dan meninggalkan Islam (murtad) dan berpindah ke agama Kristen.

Mus’ab menerbitkan sebuah memoir dalam bentuk buku yang berjudul, Son of Hamas: A Gripping Account of Terror, Betrayal, Political Intrigue, and Unthinkable Choices, di mana ia mengaku menjadi salah satu agen Shin Bet terbaik dan telah dijuluki The Green Prince, alias ‘Pangeran Hijau’, yang merupakan warna bendera Hamas. Mus’ab dalam bukunya menulis silsilah organisasi Hamas dan tokoh-tokohnya.

Mus’ab mengatakan pekerjaan menjadi intelijen untuk Israel mengharuskan dia melakukan apa pun agar bisa mempelajari tentang Hamas, baik apa rencana Hamas dan aksi bom bunuh diri yang akan Hamas lakukan dan sebagainya.

“Ya, ketika bekerja untuk intelijen Israel, saya berpenampilan sebagai pejuang Hamas,” tulis dia di blognya pada akhir bulan lalu. “Ya, saya membawa pistol. Ya, saya berada di dalam pertemuan pejuang Palestina dengan Yasser Arafat, ayah saya dan pemimpin Hamas lainnya. Itu adalah bagian dari pekerjaan saya. “

Mus’ab telah menggalang dukungan dari anggota Kongres dan lain-lain. ” Mantan direktur CIA James Woolsey menyebut dia seorang “muda yang luar biasa” yang harus dipuji untuk “kepahlawanan dan keberanian yang luar biasa.”

Gonen Ben-Itzhak, mantan atasannya di Shin Bet, datang ke sidangnya dari Israel, namun tidak bersaksi, karena pemerintah menjatuhkan oposisi untuk aplikasi suaka nya.

“Pada dasarnya, saya ingin mengatakan bahwa Mus’ab bukan teroris,” kata Ben-Itzhak. “Dia tidak berafiliasi dengan Hamas. Dia orang besar dan dia harus mendapatkan suaka.”

Dalam bukunya, ditulis bersama Ron Brackin, Mus’ab Yusuf menjelaskan bagaimana dirinya tumbuh dan mengagumi Hamas serta membenci Israel, yang membawanya untuk membeli beberapa senapan mesin dan pistol pada tahun 1996.

Mus’ab Yusuf mengatakan, dia mulai bekerja dengan Shin Bet setelah menyaksikan kebrutalan Hamas di penjara yang membuatnya kecewa. Dia tertarik terhadap Kristen setelah pembebasannya pada taun 1997, ia bergabung dengan kelompok studi Kristen setelah ada kesempatan bertemu dengan seorang turis Inggris di Gerbang Damaskus di Yerusalem.

Mus’ab Yusuf mengatakan ia telah sering ikut dengan ayahnya, Syaikh Hassan Yusuf, di banyak pertemuan dengan para pemimpin Palestina seperti dilaporkannya kepada Shin Bet. Ayahnya, seorang pemimpin senior Hamas menjalani hukuman enam tahun di sebuah penjara Israel dan sudah tidak mengakui dirinya sebagai anak lagi pada bulan Maret lalu.

Mus’ab Yusuf menyatakan kepada The Washington Post Rabu kemarin, bahwa dirinya akan menghadapi kematian jika dideportasi ke di Timur Tengah. Ben-Itzhak, juga memperingatkan bahwa perekrutan anggota intelijen dalam perang melawan terorisme akan menjadi mustahil, jika Amerika Serikat tidak melindungi orang-orang yang mempertaruhkan hidup mereka atas nama nilai-nilai Amerika.

Beberapa anggota Kongres telah meminta pemerintah Obama untuk tidak mendeportasi Mus’ab Yusuf, dan puluhan anggota kongres menandatangani surat kepada Menteri Dalam Negeri AS Janet Napolitano yang mengatakan bahwa Mus’ab akan berada dalam bahaya besar jika ia kembali ke Timur Tengah.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang memainkan peran menjaga dan membantu Mus’ab selama ini, dan khususnya Departemen Keamanan Dalam Negeri dan sebuah kesalahan besar mendeportasi Mosab,” kata mereka.

sumber: Eramuslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s