Sejarah Negara-Bangsa (nation-state)


Tatanan global kontemporer didominasi oleh sistem (nation-state). Meskipun konsep bangsa sendiri masih ambigu namun ini tetap digunakan sebagai pembentuk identitas politik.

Kehadiran negara-bangsa bukanlah sesuatu yang alamiah politik tapi dapat dilacak dalam sejarah. Kemunculan negara-bangsa dimulai setelah berakhirnya Perang Tiga Puluh Tahun di Eropa.

Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) dilatarbelakangi oleh gejolak antara penguasa politik local dengan otoritas gereja. Gejolak ini berakibat pada melemahnya kerajaan Romawi yang dirintis oleh Charlemagne.

Suasana perundingan Westphalia

Perang ini berakhir melalui Perjanjian Westphalia (1648). Perjanjian ini mengakui bentuk-bentuk penguasa politik local seperti monarki, kepangeranan, kebaronan, keuskupan, negara kota, dan negara ordo sebagai penguasa teritorial politik independen. Dari sini munculĀ  konsep kedaulatan (sovereignity). Kedaulatan menjadi prinsip utama dalam pembentukan sistem negara modern.

Sistem negara ini kemudian menyebar ke berbagai belahan bumi yang telah memiliki peradaban mapan seperti China, Inca, Usmani dan Persia. Dalam pandangan mereka semua peradaban ini tidak dianggap sebagai penguasa politik berdaulat. Ini menjadi pembenaran Barat untuk melakukan kolonialisasi. Menguasai daerah-daerah tersebut untuk dijadikan koloni mereka.

Pada akhir abad 18 dana wal 19 sejumlah koloni-koloni ini melepaskan diri dari negara induknya. Lepasnya negara colonial ini dipengaruhi oleh revolusi Prancis. Revolusi ini melahirkan kesadaran tentang hak-hak warga negara (civil rights) dan penentuan nasib sendiri (self-determination).

Selanjutnya sitem negara ini terus berlanjut hingga berakhirnya Perang Dunia II. Ide tetntang penentuan nasib sendiri mendorong orang untuk mendirikan negara berdaulat sendiri.

Akibat menyebar sistem negara-bangsa, sejumlah imperium besar runtuh menjadi beberapa negara yang lebih kecil. Seperti Turki Usmani yang kalah dalam Perang Dunia I yang wilayahnya dibagi-bagi dibawah pengawasan Inggris dan Prancis. Menyisakan wilayah Asia kecil yang menjadi Republik Turki.

referensi: Walter C. Opello, Jr. and Stephen J. Rosow, The Nation-state and global order: a historical Introduction to contemporary politics 2nd ed, (Boulder: Lynne Rienner Publisher, 2004)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s