Asal Usul Rupiah


Kata rupiah berasal dari bangsa Sanskrit, ripiya, yang berarti koin perak. Awalnya rupiah dibawa dari India. Pada waktu itu koin perak, Rupee, dari india sangat laku sebagai mata uang di Nusantara. Namun pada waktu itu ada banyak variasi Rupee. Diantaranya yang paling terkenal adalah Rupee Surat, yang berasal dari tenggara India.

VOC, kongsi dagang Belanda, sempat kesulitan dengan banyaknya jenis Rupee yang beredar. Oleh sebab itu pada tahun 1743 Gubernur Jenderal VOC di India, Van Imhoff, bekerjasama dengan Susuhanan Mataram membentuk kerjasama mengenai penyamaan mata uang. Pada 1747 hanya ada satu jenis Rupee yang beredar di Jawa. Rupee tersebut dibuat di Batavia, namun model dan spesifikasinya meniru bentuk Rupee Surat. Sejak saat itulah rupee mulai dikenal sebagai rupiah. Walau dikeluarkan oleh VOC namun mata uang rupiah pada waktu itu menggunakan bahsa Arab, Jawa dan Melayu.

Rupiah tahun 1766 dengan tulisan "Jawa al-Kabiir"

Ketika Jepang masuk pada tahun 1942, mereka juga membawa mata uang rupiah versi mereka sendiri yang dicetak oleh G. Kolff & Co., Batavia. Bentuknya berupa pemandangan Indonesia dengan gambar Gatotkaca.

Rupiah yang dikeluarkan Jepang

Sementara Rupiah pertama yang dicetak oleh pemerintah Indonesia adalah pecahan satu Rupiah dengan dengan gambar Sukarno. Rupiah tersebut dikeluarkan pada 17 Oktober 1945. Namun karena negara dalam keadaan perang rupiah tersebut hanya beredar di Jawa. Sementara di daerah lain pemerintah mencetak mata uang sendiri.

Rupiah pertama yg dikeluarkan Indonesia

Setelah pengakuan kedaulatan pada 1949 pemerintah menetapkan Rupiah sebagai mata uang yang diakui. Namun  masih ada dua daerah yang mempunyai variasi sendiri yakni Kepulauan Riau dan Irian Barat. Rupiah di Kepulauan Riau kemudian ditarik pada tahun 1964 dan Irian Barat pada 1974

Dulu nilai rupiah sangat tinggi. Pada awalnya nilai rupiah mengikuti nilai Gulden Belanda. Untuk menghitung jumlah yang lebih kecil maka digunakanlah pecahan yang lebih kecil. Diantaranya

* sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
* cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
* peser, setengah sen
* pincang, satu setengah sen
* gobang atau benggol, dua setengah sen
* ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
* picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
* tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)
* ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
* kupang, setengah ringgit

Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.

sumber: De Indonesische

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s